Archive for May, 2005

Bulan mencemoohku

Tuesday, May 31st, 2005

Malam bulan telanjang bulat
dan tersenyum mencemoohkanku,
ketika aku termenung
ia saksikan dibalik pohon pisang
yang berayun tangkai rindu dan sepi,
merengkuh kasih dan sang bayu
tertunduk lesu itu daun
Bulan telanjang bermandi malam
tersenyum mencemooh dari balik awan
tatkala menyaksikan aku mengejar cinta jaka lalu
memanggil sebaris puisi
dan gapai bintang dilangit menggoda
Ia masih saja tersenyum mencemooh
aku tak beranjak dari tempat dimana
aku duduk melepas duka,
senantiasa bergayut dalam pikiran
Jemari-jemarinya yang lembut menggelitik waktu
menghiasi kalender kehidupan
Ia masih saja tersenyum mencemooh,
jemari-jemari itu tak lagi lembut
kasar menudingku dan berkata
" Tak perlu mengejar segala yang palsu "
Mataku sayu dan daun itu tertunduk layu
" Padahal ada sesuatu yang sejati,
mengapa kau berlari..?
apa yang kau cari..? "
Aku memandang bulan itu
Ia tersenyum mencemoohkanku
  Untuk apalagikah..??

- Dinihari, 1 Juni 2005 -

Learning the ways of LOVE

Tuesday, May 31st, 2005

Expect the unexpected
Love is never when or where you want it to be
Love is of and for itself
It never comes too soon, and never too late

  For those in Love who seek wise advice
  Remember, when you fall in Love
  You pay a price,
  So know the rules, before you roll the dice
      Because Love won’t always be tender..

- Salatiga, 28.11.1992 -

Senyum dan air mata

Tuesday, May 31st, 2005

" Bila hidup sedang berat
dan kau merasa kelabu,
ingatlah pada orang lain, yang juga sedang bimbang;
hanya karena cobaanmu sedang banyak,
jangan kira semua orang lain
tidak punya cobaan sama sekali.
Hidup ini terbuat dari senyum dan air mata,
kesenangan dan duka cita
bercampur dengan rasa takut;
dan meskipun bagi kita tampaknya berat sebelah,
kesulitan itu sesungguhnya terbagi rata.
Kalau saja kita bisa mengintip
ke dalam hati setiap orang,
kita akan mendapatkan bahwa
setiap orang mempunyai kesulitannya sendiri.
Dan orang-orang yang telah
menempuh jalan kelimpahan,
kadang-kadang justru mereka
yang memikul beban paling berat "

Seorang pemberani berbicara kepada Tuhan

Monday, May 30th, 2005

Bakarlah semak itu seperti Engkau lakukan bagi Musa, Tuhan.
Maka aku akan mengikutiMU.
Robohkanlah dinding-dinding itu seperti Engkau lakukan
untuk Yosua, Tuhan.
Maka aku akan bertarung.
Teduhkanlah gelombang danau Galilea, Tuhan.
Maka aku akan mendengar.

 
Lalu orang itu pergi duduk dekat semak, tidak jauh dari dinding, dekat
laut dan menunggu sampai Tuhan berbicara.
Dan Tuhan mendengar orang itu, maka Ia menjawab.
Ia mengirim api, bukan untuk semak tetapi untuk sebuah gereja.
Ia merobohkan dinding, bukan dari batu tetapi dari dosa-dosa.
Ia menenangkan badai, bukan dilaut tetapi dalam jiwa.
Dan Tuhan menunggu sampai orang itu menanggapi.
       Dan Ia menunggu…
       Dan Ia menunggu…
       Dan Ia menunggu…

Tetapi, karena  orang itu menatapi semak-semak, bukan hati;
batu bata, bukan hidup orang-orang, lautan  bukan jiwa-jiwa,
maka ia menyimpulkan bahwa Tuhan tidak berbuat apa-apa.

Akhirnya Ia memandang kepada Tuhan lalu bertanya,
" Engkau sudah kehilangan kuasaMu..?  "

Dan Tuhan memandangnya dan berkata,
" Engkau sudah kehilangan pendengaranmu..? "

29.05.2005

 

Memo from GOD

Monday, May 30th, 2005

I am God. Today I will be handling all of your problems.
Please remember that I do not need your help.

If life happens to deliver a situation to you that you cannot handle,
  do not attempt to resolve it. Kindly put it in the SFGTD (something for
  God to do) box.
All situations will be resolved, but in My time, not yours.
Once the matter is placed into the box, do not hold onto it by worrying
  about it.
Instead, focus on all the wonderful things that are present in your life
  now.

If you find yourself stuck in traffic;
Don’t despair. There are people in this world for whom driving is an
  unheard of privilege.
Should you have a bad day at work;
Think of the man who has been out of work for years.
Should you grieve the passing of another weekend; Think of the woman
  in dire straits, working twelve hours a day, seven days a week to feed
  her children.
Should your bike break down, leaving you miles away from assistance;
  Think of the paraplegic who would love the opportunity to take that
  walk.
Should you despair over a relationship gone bad;
  Think of the person who has never known what it’s like to love and
  be loved in return.
Should you find yourself at a loss and pondering what is life all about,
  asking what is my purpose?  Be thankful. There are those who didn’t
  live long enough to get the opportunity.
Should you notice a new gray hair in the mirror;
  Think of the cancer patient in chemo who wishes she had hair to
  examine.
Should you find yourself the victim of other people’s bitterness,
  ignorance, smallness or insecurities; Remember, things could be worse.
  You could be one of them!

For you ‘P’, be strong..!

Berapa Kali…?

Monday, May 30th, 2005

Tangan tua penuh keriput itu
kugenggam erat-erat
Terasa lemah dan tak berdaya..
dalam hati aku bertanya,

Mama, telah berapa ribu kali, tanganmu:
* mendukung dan membelaiku ketika bayi
* menuntun dan membimbing ketika pertama ku menapakkan kaki
* siap melindungi ketika keadaan berbahaya
* memeluk penuh mesra ketika ku berduka
* menepuk hangat bahu ketika ku putus asa
* terlipat berdoa untukku sepanjang masa
Ohh mama, semuanya tak terbilang
seperti kasihmu yang selalu mengalir dan mengalir..
tanpa pamrih dan tanpa henti

Dan kini, tangan tua itu..
telah tak berdaya dimakan usia
kubelai mesra, kubasahi dengan air mata..
bagiku, Ia amat berharga

Terima kasih mama.. untuk kesabaran, doa dan cinta kasihmu
selamat jalan,
Jogjakarta, 31 Mei 2001

Setelah Pesta Usai

Monday, May 30th, 2005

Setelah pesta selesai, setelah busana pengantin ditanggalkan, mari bergegas menyadari bahwa perkawinan adalah tugas. Perkawinan bukan cuma pesta, kemesraan dan cinta, tapi juga cemburu, sakit hati dan pertengkaran. Karena tugas terberat perkawinan adalah mencapai seluruh kesepakatan.

Padahal berapakah jumlah kesepakatan yang harus kita taklukkan?
Tak terhingga. Karena hal-hal yang telah disepakati hari ini, telah bergeser lagi  diesok hari. Terang yang kita peroleh hari ini, hanya bagian kecil dari laut kegelapan yang ada diesok hari. Kesepakatan adalah cerita yang tak pernah selesai, lorong tanpa ujung, sumur tanpa dasar. Makin kita telusuri, makin terasa jauhnya. Makin didekati makin ia tak teraba.

Lorong itu begitu rumitnya, hingga cinta dan kemesraan saja tidak sanggup mengurainya. Untuk hidup didalamnya hanya ada satu cara: menjadi manusia selengkapnya. Tapi betapa kita selalu tergoda untuk menjadi manusia yang tak lengkap, manusia yang cuma bisa menerima kegembiraan, tapi menolak kesedihan. Manusia yang hanya mencintai kemudahan tapi menolak kesulitan. Manusia yang cuma mengerti kemesraan tapi menolak pertengkaran.

Padahal, ujian kelengkapan itu ada dibalik rasa benci yang ternyata bisa kita akrabi, kejengkelan yang ternyata bisa kita sukai, kesalahan yang selalu bisa pula kita maafkan dan tekanan yang bisa kita lumpuhkan dengan kesabaran.

Maka, setelah pesta ini usai dan setelah busana pengantin ini ditanggalkan, mari bergegas menyambut kenyataan, bahwa hal-hal yang tidak kita sukai bisa datang kapan saja dan hal-hal yang tidak kita sukai bisa memaksa kita untuk mengambilnya. Pada akhirnya, kita memang tak bisa memungut cuma yang kita suka.
Begitulah hidup.
Berat, tapi apa boleh buat.

One day in the year 1995…

Footprints in the sand

Sunday, May 29th, 2005

One night a man had a dream
He dreamed he was walking along the beach with the Lord
Across the sky flashed scenes from his life
For each scene, he noticed two sets of footprints in the sand;
  One belonging to him, and the other to the Lord
When the last scene of his life flashed before him,
  he looked back at the footprints in the sand
He noticed that many times along the path of his life,
  there was only one set of footprints
He also noticed that it happened
  at the very lowest and saddest times in his life
This really bothered him and he questioned the Lord about it
" Lord, you said that once I decided to follow you, you’d walk with me
  all the way. But I have noticed that during the most troublesome
  times in my life, there is only one set of footprints. I don’t understand
  why when I needed you most, you would leave me.."
The Lord replied,
" My precious, precious child, I love you and I would never leave you.
  During your times of trial and suffering, when you see only one set of
  footprints in the sand, it was then that I carried you.."

- September 08, 1993 -
 

Wishes

Friday, May 13th, 2005

When the night
is falling dark
I think of you
my love map’s mark
Your lovely lips
your eyes so bright
I touch your lips
then playful fight
In morning sun
we’re waking up
hair in mess
but that’s allright
We wish the day
will bring us more
of joy, of life
forever more

- From someone, November 25th, 2004 -

Love is..

Wednesday, May 11th, 2005

Love is always patient and kind
  it is never jealous
Love is never boastful or conceited
  it is never rude or selfish
  it does not take offense
  and is not resentful
Love takes no pleasure in other people’s sins..
  but delights in the truth
  it is always ready to excuse,
  to trust, to hope,
  and to endure whatever comes..

Feb 2005