Archive for August, 2005

Bidadari Tanpa Sayap

Wednesday, August 31st, 2005

Maria_magdalena_bddr_tnp_syp2_1Aku adalah jiwa tanpa raga sebab akulah keabadian
menjernihkan keruh hati dan pikirmu dengan nafasku
Kecupan hangatku merengkuhi jiwa sengsaramu
Ku hantarkan diri kesepianmu menuju nirwana

Dirimu ‘kan nyaman dalam pelukan erat yang mendekapmu
Karena aku adalah irama yang meleburkan nestapamu
Teduhlah, aku lengkapi peraduanmu dengan kesejukan
Dan kau selalu rindukan diriku melayang dekat disekitarmu

Namun sayang beribu kali sayang aku tak lagi menuju dirimu
Aku tak lagi bisa terbang untuk redamkan penderitaanmu
Bukan karena sayap nan putih ku patah atau tertinggal
tapi kini telah aku titipkan dipunggung kekasihku…

Sebuah Penantian

Wednesday, August 31st, 2005

Sebuah kereta sedang beranjak pergi,
  menjauh dari stasiun hati.
Melewati kehidupan yang harus dijalani,
  menempuh berjuta jalan rel-rel panjang,
  memandang berkelak-keloknya gerbongmu,
  memandang indahnya pemandangan.

Disini…
Menunggu seorang pengembara,
  menanti datangnya keretamu,
  menjemput untuk bersama,
  berjalan dalam satu rel-rel panjang.

Penantian ini untuk satu tempat dudukmu,
  untuk satu tempat ternyaman dalam gerbongmu.
Akankah itu tersedia bagiku bila kelak keretamu kan datang
  menjemputku…??

Sebuah penantian..
Hingga tak ada lagi yang menunggu ..
Dia akan tetap duduk disana,
  hingga asapmu mulai terlihat disini.
Bunyi belmu serasa menggema ditelinga,
  dan indah suara rel-rel itu terpijak rodamu…

Akan kutunggu kau disini,
  hingga suatu saat..
  hatimu kembali distasiun cintaku,
  menjemputku dan bersama,
  dalam indahnya rel-rel kehidupan.
——————————————————————————
——————————————————————————

Apa pendapat Filosof tentang seekor ayam yang melintas di jalan raya..?

Wednesday, August 31st, 2005

Karl Marx
Takdir sejarahlah yang menghendaki itu terjadi.

Jean Paul Sartre
Demi mengejawantahkan apa yang diyakininya dan demi jujur pada
diri sendiri, si ayam akhirnya sadar bahwa dia memang wajib menyeberang. 

Albert Einstein
Persoalan apakah ayam yang menyeberangi jalan atau jalan yang
menyeberangi ayam, itu semua relatif.

Emily Dickinson
Karena kematian tidak akan bisa dia elakkan.

Johann Von Goethe
Prinsip "keayaman" abadilah yang mengharuskannya demikian.

Kafka
Coba bayangkan, betapa sulitnya bagi seseorang yang akan menilai
tindakan ayam tadi, ketika dia bangun suatu pagi, tiba-tiba dia
mendapati dirinya berubah menjadi seekor ayam..?

Ketika Cinta itu Hilang

Wednesday, August 31st, 2005

Jelas terpampang dariku potret kehidupanmu waktu itu
Raut mukamu yang sayu bak cermin
  yang memaparkan perih kehidupanmu
Tanganmu yang terulur lemah laksana lambaian seorang prajurit
  dipenghujung hidupnya

Engkau tak perduli dengan panas mentari yang terus menghujani tubuhmu
Tak kau hiraukan banyaknya asap yang merasuki ragamu
Engkau tetap mengulurkan tanganmu walaupun senyuman sinis
  kerap menghampirimu

" Lihatlah aku, lihatlah penderitaanku ini, lihatlah nasibku
  yang malang ini.."
" Janganlah palingkan wajahmu dariku, aku tidak butuh uangmu,
  aku hanya ingin engkau merasakan kepedihan yang kurasakan.."
Cinta.., dimanakah cinta..?
Apakah manusia sudah lupa cara mencintai sesamanya..?
Bila engkau menanyakan padaku apakah cinta itu,
  akupun tidak tahu dan semua orang pun tidak tahu.
Tapi yang kutahu adalah cara mewujudkan cinta itu.
Cinta memang unik, engkau tidak dapat melihat bentuk dari wujudnya,
  tetapi engkau bisa merasakan kehadirannya..


Ketulusan Sebuah Ikhlas

Monday, August 29th, 2005

Jemariku menari menghentak menjejalkan aksara
ungkapkan rasa dalam benak atas buai-buai jiwa
kemana arah harus kutunjuk agar engkau mengerti
bahwa takdir yang kita pilih adalah keabadian

Mungkin engkau pikir mampu mengubah itu
engkau coba bohongi ketetapan Tuhan padamu
dan kau katakan segalanya telah berubah
padahal semua tetap sama, tetap disitu

Jika ketulusan adalah jiwa dari landasan ini
biarlah Tuhan yang mengatur dan syair yang berkata
tentang keindahan dan hangat pelukan sayapnya
serta tajam mata pedang yang mungkin melukai

Aku inginkan berdiri dan mengisi dengan nafasku
relung-relung kosong dalam rapuh jiwa halusmu
dan berikan apa yang ingin kau berikan untukku
namun jika tak ada lagi yang ingin kau berikan
untukku,
   aku akan menerima kehampaanmu…

Sekeping Hati yang Tersisa

Monday, August 29th, 2005

Kutatap lamat wajahmu,
  dalam angan ilusi terlukis, masih bersama bayangmu..
Kini kutatap sepi dan kutanyakan dirimu,
Adakah angin sampaikan rinduku..?
Disela kidung yang kau ciptakan
  haru bergelayut
Dan semakin terasa aku telah menyakitkanmu..
Adakah sesalku mengalun lembut disurgamu sayang..?

Bila saatnya kau temui rintik di mataku,
  kuharap ukiran senyummu menghapus dukaku.
Itu hanya sedih yang tersisa,
  lewat ceritaku tentang masa depan kita,
  yang sirna seketika, baur bersama kepergianmu.
Betapa aku sebenarnya sangat kehilangan
Namun keagungan kasihmu,
  telah membuat aku menikmati rasa bahagia.
Adakah biru kini kau merasa..??
Bila esok kau temui aku kembali,
  semoga doamu masih menyemat dikeningku.
Dan…
Aku sebagian ada pada dirimu sayang…

AKU

Sunday, August 28th, 2005

Gelap dinihari yang semakin merayap
Meninggalkan setitik bekas yang tak akan pernah hilang…
Dia, yang nun jauh disana, tegar berdiri dengan sejuta keyakinan
  yang tetap saja mempesona
Tertawa puas seiring senyuman bulan yang mencemoohku
Tiada akan pernah kugapai lagi bianglala cintanya
Dia terlampau tinggi untukku
Tapi tolong…
Redakan gemuruh hati ini dari amukan dendam dan cinta kepadamu !
Seorang dara yang kini berjalan sendiri, mengais cinta jaka lalu
Dan itu tak lagi utuh dan sempurna…
Semua telah hilang
Bahkan satu-satunya yang dibanggakan olehnya telah terenggut..
Mampukah dia tetap tegar berdiri dengan sisa-sisa kepahitan masa lalu
  yang membelenggu..??
Mencoba tegar menantang realita kehidupan yang tiada menentu
Gelombang dan riaknya memukul tajam sanubari,
  seakan tiada pernah berhenti
Saat ini kucoba tegak menatap dia yang mengikat hati
Berpijak pada kenyataan  dan hari yang panjang.. membosankan..
Harus dilalui semua itu karena AKU…

- Aku cuma punya kesetiaan untuk semua ini,
  untuk meyakinkan bahwa Kau juga punya itu.
  Atau mungkin,
  " kesetiaan saat ini hanya seperti baju rombeng yang tadi diinjak-injak
  ditengah pasar ? "
  Ketulusanku jadi seperti barang obralan  di hadapanmu… -

Sunyi…

Sunday, August 28th, 2005

Sekitarku senyap..  senyap di diriku..
Cinta adalah raja, walau sumpahnya hanya sehari
Tapi jangan katakan itu..
Itu hanyalah sebuah cerita,
  dari suatu tempat dimana tak perlu kepura-puraan
Aku masih dalam penderitaan
Dan,…
Sesuatu mengatakan bahwa ada yang salah
Sesuatu didasar jiwaku tak tahan oleh rasa pedih ini
Bagiku, esok..
  akan berlalu semua bahkan tanpa tangisan
Hanya aku berhenti bernafas ketika kau ucapkan " Selamat Tinggal "
Untuk kemudian berpijak kembali pada realita kenyataan
Dan aku tertinggal disini tanpa teman
Siapakah yang melihat wajahku yang kesepian..??
Tak seorangpun didekatku, dan hatiku kosong..
Hanya dipenuhi oleh kepedihan
Mungkin semua ini sudah tak berarti bagimu…
Mungkin semua ini tak ada nilainya bagimu…
Namun biarlah,
  bukan aku menunjukkan kelebihanku yang kecil ini
Tapi sekedar kau tahu aku paling tidak suka membawa dendam hingga
  berlarut
Aku tidak tahu karma apa yang dibebankan dengan paksa dipundakku..
Aku selalu memberikan yang terbaik untukmu.. padamu..
Atau mungkin mesti ini yang harus kulakukan dengan berusaha
  menyimpan & menekan marah, jengkel dan sakit..
Bersabar, untuk esok kulupakan segala yang terjadi kemarin..??
Aku masih saja tak mengerti
Tapi.. semoga kau sudi mengerti
Untuk esok kulupakan segala yang terjadi kemarin..??
Karma masih berlaku sampai sekarang.. saat ini sayang…
Walau aku sendiri tak pernah berharap agar itu terjadi
Tapi mungkin Tuhan menganggap lain,
  Dia menghadirkan aku sebagai pelengkap.. penolong.. setetes embun..
Mestinya kau hanya lakukan itu buat aku
Dan tidak kau lakukan lagi pada yang lain

- Aku sama sekali tak pernah punya satu bendapun,
  sebagai tanda bahwa " AKU ada dalam KAMU "… -

Tembang Kebimbangan

Thursday, August 25th, 2005

Aku berjalan dibalik mataharimu,
  sementara itu maknamu belum aku tafsir sepenuhnya…
Adakah kau tahu..,
  setiap detik bersirobok pandang denganmu,
  hati ini ada suatu debaran..
  gelombang yang entah kapan akan pecah berderai..
Apakah makna setiap pandangmu..?
Adakah hatiku kau bawa serta dalam samudera hidupmu..?
Sementara hari berganti,
  tiada kepastian dalam penantian,
  kekosongan selalu menggelayut di dadaku..
Tak ada cahaya kemilau kini, seindah senja itu.
Sementara lilin yang menyala tinggal sepotong,
  doapun setia kupanjatkan
Teteskan embunmu..
  menetesi lukaku yang hampir rapuh,
  bersama dukaku yang terpendam..

- Buatmu sayang, semoga kau mengerti… -

Kau dan Aku

Wednesday, August 24th, 2005

Langkahmu dan langkahku memang berbeda,
  tapi kita satu dijalan yang sama..
Tak terpisahkan, walau jarak tetap ada.
Dan kita saling menjaga.

Kutrima ada mu,
  demikian pula kau trima apa ada ku.
Kasihmu dan kasihku dengan segala kemungkinan dan keterbatasan..