Archive for September, 2005

Merona Jingga

Tuesday, September 27th, 2005

Sunyi riang tak bernyanyi bagi hati yang dilingkupi kelam.
Mungkin Jalan ini memang semakin curam.
Namun apa yang sejatinya kau cari semakin buram.

Berdirilah, pandang cakrawala saat mentari hendak lelap.
Temukan batas kerinduanmu pada jingga,
          …yang merona di wajah muram itu…

Doa bijak untuk pasangan hidup

Thursday, September 15th, 2005

Tuhanku,
Aku berdoa untuk seorang pria, yang akan menjadi bagian dari hidupku.
Seorang yang sungguh mencintaiMu lebih dari segala sesuatu.
Seorang pria yang akan meletakkan aku dan anak-anakku pada posisi
  kedua dihatinya.
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMu.
Wajah ganteng dan daya tarik tidaklah penting.
Yang paling penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan
  haus akan Engkau.

Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup,
  sehingga hidupnya tidaklah sia-sia.
Seseorang yang memiliki hati yang bijak bukan hanya otak yang cerdas.
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tetapi yang juga menerima
  keberadaan kedua anakku.
Seorang pria yang tidak hanya memujaku, tetapi juga menghormatiku,
  dan dapat pula menasehatiku ketika aku berbuat salah.
Seorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tetapi karena
  hatiku.
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu
  dan situasi.
Seseorang yang dapat membuatku merasa  sebagai seorang wanita ketika
  berada didekatnya.

Aku tidak meminta seorang yang sempurna.
Namun aku meminta seorang yang tidak sempurna, sehingga aku dapat
  membuatnya sempurna dimataMu.
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya.
Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya.
Seseorang yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi
  kesedihannya.
Seseorang yang membutuhkan kehadiranku untuk membuat hidupnya
  menjadi lebih sempurna lagi.

Dan aku juga meminta,
Buatlah aku menjadi seorang wanita yang dapat membuat pria itu bangga.
Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMu,
  sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMu, bukan mencintainya
  dengan sekedar cintaku.
Berikanlah RohMu yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMu
  bukan dari luar diriku.
Berilah aku tanganMu sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya.
Berikanlah aku mataMu sehingga aku dapat melihat banyak hal baik
  dalam dirinya dan bukan hal buruk saja.
Berikan aku mulutMu yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaanMu
  dan pemberi semangat, sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari.
Berikanlah aku bibirMu dan aku akan tersenyum padanya setiap saat.

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu,
Aku berharap kami berdua dapat mengatakan,
" Betapa besarnya Tuhan itu karena Engkau telah memberikan
kepadaku seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi
sempurna… "

Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu
  yang tepat, dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah
  pada waktu yang Kau tentukan.
~ Amin ~

Tak Termiliki..

Thursday, September 15th, 2005

Tak tahukah kau,
kalau sebenarnya hati ini telah terbelah dalam
karena mencintaimu…??

Tak percayakah kau,
kalau sesungguhnya  hati ini teriris sakit
karena mengharapkanmu…??

Tak tergapai…
Tak tercapai…
Hanya bisa menyentuh,
Hanya bisa menyayang,
Hanya bisa memandang,
Namun tak termiliki……….

Aku sungguh mencintaimu,
walau kau tak terjangkau.
Cintaku kan bersamamu,
sampai selesai masaku di dunia…

~ aku, yang mencintaimu.. ~

Lara

Wednesday, September 14th, 2005

Telah kuraba jauh disana
lautan rasa penuh duka
jalan panas penuh luka
untuk mengecap setitik rasamu…

Jalan panas penuh debu
gelombang pasang berbuih lara
Kau…
kugapai jauh disana
mengambang dalam awan
Aku…
hanya tercengang

Lama kuapungkan asa
namun kau jauh disana
jauh disana…
lagi-lagi aku hanya termangu
kapankah dapat kudekap, kurasai
setetes embun darimu
dalam kehausan ini…???

14.09.05

MILIK dan Separuh Cinta

Monday, September 12th, 2005

… dan tidak seorangpun memiliki hak atas kepemilikan diri orang lain,
norma-norma ciptaan manusia lah yang menjadikan keterikatan
sebagai suatu kewajiban

… dan tidak akan pernah ada cinta yang separuh, cinta yang sebagian…
cinta itu bulat dan utuh bagi setiap manusia,
yang jika itu tidak tulus maka itu bukan cinta

A piece of art from Raja-Kelana

Tuntaskan

Sunday, September 11th, 2005

Kapankah batas ini digenapkan, manakala sebutir mimpi jatuh, dalam alun merdu nada-nadamu,
bersamamu segala bintang dan mentari yang membeku mencair kembali, lewat sebuah untaian pelangi

02.09.2005

Luka

Sunday, September 11th, 2005

Saat angin bertiup
Daun kering itu luruh kebumi, terkulai…
Seperti juga jiwaku ini
Satu saat nanti kan luruh pula,
  bila ajalku datang tiba-tiba.

Hatiku kelam
Sekelam citra angin malam
Membelah tabir tiada pernah usai
Memikul derita tiada pernah sampai
Apakah ini bayangan hidupku yang penuh duka..??

Cintamu jauh tenggelam didada
Menggores luka rangkap lima
Darahku mendesir deras
Perasaanku bergelora…

Apa yang kucari tiada kujumpa
Dimanapun juga kuraba
Tiada lagi asa
Achh…
Inikah luka jiwa…???

Aku masih harus belajar…

Tuesday, September 6th, 2005

Aku belajar, bahwa aku tidak dapat memaksa orang lain mencintai aku
Aku hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang kucintai…

Aku belajar, bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun
  kepercayaan,
  dan hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya…

Aku belajar, bahwa orang yang kukira adalah orang yang jahat,
  justru adalah orang yang membangkitkan semangat hidupku kembali…

Aku belajar, bahwa sahabat terbaik adalah seorang yang dapat
  melakukan banyak hal bersama-sama dan kami selalu memiliki
  waktu yang terbaik…

Aku belajar, bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh,
  walau dipisahkan oleh jarak yang jauh
Beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati…

Aku belajar, bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian seperti
  yang kuinginkan,
  bukan berarti bahwa dia tidak mencintaiku…

Aku belajar, bahwa sebaik-baiknya sahabat itu, mereka pasti pernah
  melukai perasaanku,
  dan untuk itu aku harus memaafkannya…

Aku belajar, bahwa aku harus mengampuni diri sendiri,
  kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus menerus…

Aku belajar, bahwa tidak masalah berapa buruknya patah hati itu,
  dunia tidak pernah berhenti hanya gara-gara kesedihanku…

Aku belajar, bahwa aku tidak dapat merubah sahabat,
  tapi semua itu tergantung dari diri mereka sendiri…

Aku belajar, bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pribadiku,
  tapi aku harus bertanggung jawab untuk apa yang telah aku lakukan…

Aku belajar, bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda,
  tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda…

Aku belajar, bahwa tidaklah penting apa yang aku miliki,
  tapi yang penting adalah siapa aku ini sebenarnya…

Aku belajar, bahwa tidak ada yang instan atau serba cepat didunia ini,
  semua butuh proses, pembelajaran dan pertumbuhan…

Aku belajar, bahwa aku harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi,
  atau sikap dan emosi itu menguasai diriku…

Aku belajar, bahwa aku punya hak untuk marah,
  tetapi itu bukan berarti aku harus benci dan berlaku bengis…

Aku belajar, bahwa kata-kata manis tanpa tindakan adalah saat
  perpisahan dengan orang yang aku cintai…

Aku belajar, bahwa orang-orang yang aku kasihi justru sering diambil
  segera dari kehidupanku…

- Buat orang-orang tersayang dalam kehidupanku… -

Apakah Cinta itu..??

Monday, September 5th, 2005

Mereka yang tidak menyukainya, menyebutnya tanggung jawab,
Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya permainan,
Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian,
Mereka yang mencintai, menyebutnya takdir.

Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik,
  akan memberi kesusahan untuk menguji kita
Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam.
Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan dibaliknya.
Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti,
  namun kita tetap harus percaya bahwa,
  ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.

Mengapa menunggu..??
Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan,
  kita tidak ingin tergesa-gesa.
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono.
Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai,
  kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu.

Jika ingin berlari, belajarlah berjalan dahulu,
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu,
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai terlebih dahulu,
Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan,
  ketimbang memilih apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai,
  ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat,
  karena hidup ini terlampau singkat,
  untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah,
  karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius.

Perlu kita ketahui bahwa,
Bunga tidak mekar dalam waktu semalam
Kota Roma tidak dibangun dalam waktu sehari
Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan
Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan.

Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama,
  dan penantian kita tidaklah sia-sia.

Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal,
Iman, keberanian, kesabaran dan pengharapan.
Penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan.
Pada akhirnya,
Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu,
  karena alasan yang penting…