Archive for October, 2005

Idul Fitri 1426 H

Thursday, October 27th, 2005

Idul Fitri kembali tiba…
bersama detak waktu yang bergulir lembut
dikejauhan terdengar gema takbir yang bersahutan
menghantar kita ‘tuk berserah diri…
Semoga kita dapat saling membuka pintu hati
mohon ampun atas segala kesalahan
‘tuk saling memaafkan atas segala khilaf dan alpa
Setelah sebulan berpuasa…
penuh sabar dan prihatin
saatnyalah kita bersama memanjatkan syukur dan berdoa
agar esok lebih dari hari kemarin

Idul Fitri…
yang suci, yang dinanti, telah tiba kini
penuh pesona dan penuh arti
Bagaikan bening bulan menghadirkan sejuta damai dan kerinduan
di kisi hati…
Dalam temaram malam, kutitip seuntai kata dan pesan
semoga,
terhapus segala dosa…
Saatnya bersalaman, saling memaafkan segala kesalahan
yang mungkin ada tanpa kita sadari
dan juga,
selalu berjaya dalam langkah dan cita…

Selamat hari Raya Idul Fitri 1426 H
Mohon maaf lahir dan batin……

Life’s Lessons

Thursday, October 27th, 2005

After a while..
You learn the difference,
between holding a hand and chaining a soul.
You learn that Love,
isn’t leaning but lending support.
You begin to accept your defeats
with the grace of an adult,
not the grief of a child.
You decide to build your roads on today,
for tomorrow ground is too uncertain.
You help someone plant a garden
instead of waiting for someone to bring you flowers.
You learn that GOD has given you
the strength to endure and
that you really do have worth……..

- Be strong…! take it one day at a time -

Tuhan yang pertemukan kita

Sunday, October 23rd, 2005

Dari lubuk hati kecilku yang paling dalam
jujur kukatakan padamu
Cinta dan kasih sayangku
yang pasti hanya untuk kamu
   Tak pernah sekalipun juga
   hatiku ragukan cintamu
   karna kutahu pasti
   akupun setia padamu
Kau dan aku…
walau meniti jalan berliku
tak perlu ada rasa curiga diantara kita
Kau dan aku…
tak pernah tau harus bertemu
dan menjalin cinta dan kasih sayang
karna,
Tuhan yang pertemukan kita………

Di Batas Keraguan

Monday, October 17th, 2005

Semua amat manis terasa
tergores seiring ulasan senyum
segalanya amat mempesona
tawa ceria menghias rangkaian kehidupan
Namun…
     semua itu hanya bayang-bayang yang nyata
     menggantung jauh diangan
     terhalang kabut sejuta keraguan
     tak kutemui satupun kepastian…
Kunanti secercah cahaya yang mungkin
‘kan membawa terang
menghapus belenggu kebimbangan
Kutunggu, dengan hati penuh beribu tanya…
sinar terang itu tak kunjung datang
sampai kapankah aku harus menunggu..??
…… termangu….. serta menanti…??
Kucoba tuk menahan diri
menanti terang itu menghampiri
walau entah kapan semua itu akan terasa      
         Sang bayu pun enggan tuk menjawabnya…………………….

Dua Kotak

Sunday, October 16th, 2005

Ada ditanganku dua buah kotak yang telah Tuhan berikan padaku untuk dijaga.
Kata-Nya, " Masukkan semua penderitaanmu kedalam kotak yang berwarna hitam. Dan
masukkan semua kebahagiaanmu kedalam kotak yang berwarna emas. "

Aku melakukan apa yang Tuhan katakan. Setiap kali mengalami kesedihan maka aku
letakkan ia kedalam kotak hitam. Sebaliknya ketika bergembira maka aku letakkan
kegembiraanku dalam kotak yang berwarna emas.
Tapi anehnya, semakin hari kotak berwarna emas semakin bertambah berat, sedangkan
kotak berwarna hitam tetap saja ringan seperti semula.
Dengan penuh rasa penasaran, aku membuka kotak berwarna hitam. Kini aku tahu
jawabannya. Aku melihat ada lubang besar di dasar kotak berwarna hitam itu, sehingga
semua penderitaan yang aku masukkan kesana selalu jatuh keluar.
Aku tunjukkan lubang itu pada Tuhan dan bertanya, " Kemanakah perginya semua
penderitaanku..? "
Tuhan tersenyum hangat padaku. " Anakku, semua penderitaanmu
berada padaku.."

Aku bertanya kembali, " Tuhan, mengapa Engkau memberikan dua buah kotak, kotak emas
dan kotak hitam yang berlubang ?"
" Anakku, kotak emas Kuberikan agar kau senantiasa menghitung rahmat yang Aku berikan
padamu, sedangkan kotak hitam Kuberikan agar kau melupakan penderitaanmu. "

Ingat-ingatlah semua kebahagiaanmu agar kau senantiasa merasakan kebahagiaan.
Campakkanlah penderitaanmu agar kau melupakannya….

DOA

Friday, October 14th, 2005

Berdoalah dimana saja kamu berada,
karna Tuhan ada dimana-mana.
Bila doamu menjadi kering dan rutin,
      teruskan saja…
Karna tanah yang kering menyambut
   datangnya hujan.

Bawalah kemarahan kamu kedalam doa
karna logam yang panas bisa dibentuk
Bila kamu berdosa dan terus menerus
          jatuh…
        Tetaplah berdoa..!

Tuhan mencintai kamu
Berdoalah bila kamu cemas
Doa membuat segala sesuatu bisa
         dipikirkan
dan dipertimbangkan secara sehat.

Bila karena sesuatu hal kamu tidak bisa
                    berdoa
              Bersantailah…
      Keinginan untuk berdoa sudah
             merupakan
        Langkah awal menuju doa
Bila dorongan doa mengajak kamu untuk
            mengambil resiko
                Beranilah…
    Tuhan akan mendukungmu..!
Bila kamu merasa sedih atau menyesal
              Menangislah…
   Air mata adalah doa dari kalbu hati.

Jika kamu tidak menyukai seseorang,
     berdoalah untuknya…
Doa mengungkapkan maksud TUHAN
          yang tersembunyi
Bila kamu menerima kabar buruk…
                Tegarlah…
      doa memberi cahaya terang
  Jika " doa " membuatmu pasif dan
            acuh tak acuh,
       itu bukanlah doa.
Doa sejati akan membuahkan
   kepedulian dan pelayanan.

Gunakan saat-saat ribut dan tegang
           untuk berdoa.
   Kegaduhan adalah hiruk pikuk
     yang mencari TUHAN.

Berdoalah bila kau merasa kesepian…
Doa membuat kamu ditemani oleh
            para malaikat.
Bila hidup ini terasa kejam & tak adil…
       Berdoalah terus..!
  TUHAN adalah karenanya,
    bukan penyebabnya…

Ingat selalu bahwa…
   Ada kuasa dalam DOA..!!

Jauh dimata, Dekat di hati

Friday, October 14th, 2005

Cinta sejati adalah rasa hormat yang dinyatakan dalam perbuatan,
walaupun ada harga yang harus dibayarkan,
yakni tenaga, waktu, pemikiran, materi, perasaan dan lain-lain.
Cinta ini timbul dari sebuah hati yang berkelimpahan kasih kepada Allah,
yang membebaskan kita untuk dapat melihat keinginan orang lain.
Hal ini penting kita miliki dalam menjalin hubungan kasih dengan orang yang kita cintai.

Dan ada saatnya pula dimana, cinta itu harus diuji dan kita harus kuat serta memiliki
benteng-benteng pertahanan yang kokoh dengan seseorang yang kita cintai.
Misalnya saja ketika kita akan berjauhan untuk beberapa saat karena satu atau dua alasan
yang mengharuskan kita untuk menghadapi dan menjalaninya.
Jauh dimata dekat dihati. Inilah yang penting.

Ketika kita berjauhan dengan seseorang yang kita cintai, rasa cemburu hati pasti akan timbul.
Rasa ini timbul karena kita kuatir dan takut kehilangan orang yang kita cintai.
Untuk menghindari  timbulnya rasa cemburu, yang penting masing-masing pihak haruslah benar-benar dan dapat dipercaya.

Seseorang haruslah berani menaruh kepercayaan penuh kepada seseorang yang dicintainya dan harus pula dapat dipercaya.
Bila sudah demikian maka tak perlu lagi saling  meragukan,
melainkan hendaklah saling mendekati, saling mengenal dan saling mencintai lebih dalam.
Walaupun jarak memisahkan tetapi hati yang sudah Tuhan pertemukan ini
tetap tak akan dapat dipisahkan.

Segala sesuatu yang tumbuh itu, bila tidak dipelihara dengan baik akhirnya akan rusak dan mati.
Lihatlah tanaman yang kering dan mati karena tidak pernah disirami atau mendapatkan air.
Begitu juga cinta.
Cinta pun sesuatu yang bertumbuh (berproses), sehingga juga memerlukan pemeliharaan
bila kita ingin cinta tetap tumbuh dan berkembang, agar tetap ada.
Oleh karena itu yang penting bukan hanya dengan siapa kita mencintai,
tetapi bagaimana cara seseorang memelihara cinta yang telah ada.

Cinta adalah suatu " Karunia " Allah.
Jadi sebagaimana juga dengan segala bentuk karuniaNya yang lain, hargailah cinta itu.
Berterima kasihlah… dan nikmatilah jika kita ada diantara cinta.
Sekali lagi rasakanlah… hayatilah …
Bila kita merasa yakin akan apa yang kita rasakan dan hayati itu, adalah cinta sejati,
perjuangkanlah…, tetapi jika tidak, biarkanlah berproses apa adanya sampai saatnya tiba.
Remember, God makes everything beautiful in His time…

Semoga hari ini…

Friday, October 14th, 2005

" Hari ini aku temukan kedamaian dalam diriku
yang dapat aku percaya dengan sepenuh hati
karena aku berada di tempat yang sudah ditentukan,
tetapi jangan pernah melupakan kemungkinan-kemungkinan
yang tak terbatas, yang muncul dari iman kita.
Gunakan anugerah yang telah engkau terima
dan banyaklah berbuat kasih agar engkau beroleh
kepuasan bahwa engkau adalah anak Allah.
Biarkan anugerah ini mengalir dalam tulangmu
dan membuat jiwamu bebas bersenandung,
menari dan dihangatkan oleh matahari
yang selalu ada untuk kita semua…"

Banyak orang akan datang dan pergi dari kehidupanmu,
tetapi hanya sahabat-sahabat sejati yang akan meninggalkan
jejak didalam hatimu.
Untuk menangani dirimu, gunakan kepalamu.
Tetapi untuk menangani orang lain gunakan hatimu.
Tuhan memberikan kepada setiap burung makanan mereka,
tetapi Ia tidak melemparkan makanan itu kedalam sarang mereka.
Ia yang kehilangan uang, kehilangan banyak;
Ia yang kehilangan seorang teman, kehilangan lebih banyak;
tetapi ia yang kehilangan keyakinan, kehilangan semuanya.

Kau… bagi diriku

Thursday, October 13th, 2005

Kau…
telah merampas segala kenanganku
masa kanak-kanakku dan kebahagiaanku
         Kau…
         telah mengenalkan padaku
         segala kemunafikan dan keangkuhan
         dimasa aku menginjak dewasa
Kau…
telah merubah aku jadi keras dalam hidup
dan acuh serta munafik terhadap kenyataan yang ada
               Kau…
               membuat aku jadi mengenal kekerasan hidup dan kekejaman dunia luar
               dan perjuangan untuk meraih sesuatu
               dan perjuangan untuk mendapatkan sesuatu
Kau…
mengenalkan aku pada dunia
dunia yang tidak hanya hitam dan putih
melainkan dunia yang penuh tawa ceria… bahagia…
Kau…
menjadikan aku mengerti tentang hidup
dan aku menyayangimu…
Kau…
telah datang padaku
membawa resah diatas semua gelisah…

- Sepanjang Jalan Kenangan, BK 2136 AB -
                    27 April 1989

Memori akan Mu

Thursday, October 13th, 2005

Dulu sekali…
suatu waktu dulu, pernah ada nyala bara api jauh dalam hatiku,
yang senantiasa kau hangatkan.
Bara itu tak pernah padam,
walau aku berusaha tuk meniupnya.
Saat ini…
Kurasakan bara itu meredup walau belum sepenuhnya padam.
Apa yang harus kubawa padamu kini kasih..??
Nyala bara itu tidak lagi seterang dulu,
angin dan badai telah meredupkannya.
Apa yang harus kupersembahkan kini..??
Disaat hati galau dan kata-kata yang seakan hilang.
Kuingin dapat tegar berdiri pada sumpah setiaku,
tapi ketegaran itu goyah…
Jangan salahkan aku apabila bara itu nantinya kan padam.
Tempatku berpijak tak lagi hangat dan nyaman.
Aku ingin menghalau ilusimu… pergi menjauh dari benakku,
walau kutahu aku takkan mampu.
Kutahu jawab dari semua keresahan ini,
ternyata setitik rasa untukmu masih tetap ada.


                       Kurasa panas mukaku..
                        bertatap denganmu
                       Tak tahan aku
                        lalu tertunduk diam…
         - Sate Ngaglik, Monumen Jogja Kembali, 1989 -