Ditengah cepatnya waktu berlalu
dan dengan tanpa kita sadari sepenuhnya,
apa yang terjadi dan kita lakukan hari demi hari,
tiba-tiba Natal dan sebentar lagi Tahun Baru.
Sekalipun ada yang berucap: "Natal lagi, Natal lagi.."
karena terlalu banyak menghadiri acara Natal
Dan bahkan ada yang mengatakan: "Lagi-lagi Natal.."
Betapa berharganya Natal.
Karena hidup ini telah diberikan Tuhan
dan kita pergunakan hampir setahun sekalipun tanpa kita sadari sepenuhnya.
Dan sebelum tahun kita berakhir,
Tuhan sudah memulai terlebih dahulu dengan
tahun gerejawi, minggu-minggu advent dan Natal.
Betapa berharganya Natal.
Oleh karena Tuhan tidak memilih jalan pintas yang mudah.
Ditengah gencarnya manusia membuat garis naik,
Tuhan malahan membuat garis turun, mengosongkan diri.
Memang bukan maksud Tuhan yang pertama untuk:
memecahkan persoalan-persoalan kita,
memperlihatkan jalan keluar dari kebingungan kita,
memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan kita,
tetapi Tuhan solider, Tuhan rela masuk kedalam persoalan-persoalan,
kebingungan-kebingungan dan pertanyaan-pertanyaan kita.
Rahasia cinta Allah bukanlah bahwa Ia mengambil penderitaan-penderitaan kita,
tetapi pertama-tama bahwa,
Ia ingin menanggungnya bersama-sama dengan kita.
Allah ingin mengenal keadaan kita sepenuh-penuhnya,
dan tidak ingin mengangkat kesengsaraan apapun,
sebelum sepenuhnya Ia rasakan sendiri.
Betapa berharganya Allah kita.
Imanuel.. Tuhan beserta kita.
Apapun yang kita alami sepanjang tahun ini
dan apapun yang akan terjadi ditahun depan,
Ia tetap Imanuel, Ia tetap akan solider,
Ia tetap Juru Selamat dan Penolong kita.
Oleh karena itu: Terima kasih Tuhan untuk Natal,
untuk pemberian diri Tuhan sendiri bagi kami,
terima kasih Tuhan, Engkau menjadi manusia..
dan terima kasih Tuhan..
karena Natal itu akan selalu sebelum Tahun Baru
karena itu, Tahun baru berarti,
Hidup yang baru, berkat baru dan kesempatan baru..
Betapa berharganya Hidup Baru.